Sabtu, 18 Agustus 2012

Spector: Pentingkan AI Sempurna, Bukan Objek


Spector: Pentingkan AI Sempurna, Bukan Objek
Kekerasan sekarang tampaknya telah menjadi bumbu yang wajib untuk bisa menciptakan sebuah game yang menarik. Hal ini pun sempat dikecam oleh Warren Spector selaku lead designer di Deus Ex dan juga Epic Mickey. Tapi sekarang, bukan itu yang menjadi pusat permasalahannya. Perhatiannya sekarang justru tertuju kepada betapa detilnya objek-objek yang telah berhasil diciptakan oleh koleganya seperti John Carmack (salah satu pendiri id Software) dan Tim Sweeney, pendiri Epic Games.
Warren Spector, Pencipta Deus-Ex dan Epic Mickey
Kalau Klikers memperhatikan kualitas game yang dikeluarkan oleh keduanya, tentunya menyadari betul bahwa setiap objek yang ada selalu dibuat dengan seteliti mungkin. Pokoknya benar-benar mirip dengan aslinya. Sebuah kemampuan yang diakui juga oleh Warren Spector. Hanya saja, Spector mengatakan kalau ada lagi yang lebih penting dari sekedar objek yang kelihatan seperti asli. Menurutnya, sekarang ini yang paling penting adalah bagaimana caranya membuat AI (Artificial Intelligence) yang benar-benar cerdas dan bisa mensimulasikan kehidupan dengan lebih tepat lagi.
John Carmack, salah satu pendiri id Software
Dalam wawancara terbarunya, Spector menyinggung kedua desainer tersohor itu sambil mengatakan bahwa sebenarnya mereka bisa saja fokus pada AI ketimbang kedetilan objek-objek dalam game. "Akhir-akhir ini saya selalu secara aktif mencari cara untuk mempermalukan teman-teman sesama developer, terutama John Carmack dan Tim Sweeney," jelasnya. "Bisakah kalian membayangkan seperti apa gamenya seandainya kedua orang tersebut menghabiskan waktu yang sama banyaknya ketika memperdetil objek tertentu, untuk mengembangkan AI? Bisakah kalian membayangkan game seperti apa yang akan kita dapatkan seandainya Carmack memutuskan ia ingin menciptakan karakter yang jauh lebih nyata daripada senjata yang lebih nyata?"
Tim Sweeney, pendiri Epic Games
"Maksud saya, ya ampun! Mereka berdua itu jauh lebih cerdas daripada saya. Saya tidak tahu bagaimana caranya membereskan masalah tertentu, tapi mereka bisa menemukan jalan keluarnya!" Kemudian kembali lagi ke masalah kekerasan yang sudah semakin marak di dunia game ini, Spector menekankan kalau game yang ada sekarang ini lebih fokus kepada kekerasan, bukannya interaksi antar manusia yang biasa. "Kami sudah terlalu banyak fokus pada kekerasan, tapi kita tahu bagaimana cara melakukannya. Ada banyak juga gamer yang ternyata menyukainya. Sejujurnya, ini bukanlah semua aspek yang bisa kami kerjakan dan juga bukan semua aspek yang harus kita kerjakan," tutur Spector.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar