Selasa, 14 Agustus 2012

Alasan Capcom Reboot Ulang Devil May Cry


Alasan Capcom Reboot Ulang Devil May Cry
Keputusan Capcom untuk merombak ulang franchise Devil May Cry serta penampilan Dante itu sendiri ke dalam versi yang jauh lebih muda dan terlihat lebih berandalan, mengundang banyak sekali pertanyaan dari pihak gamer. Pasalnya, tanpa perlu dirombak sekalipun, sebenarnya Dante versi lama itu masih cukup laris manis di kalangan gamer. Dengan kata lain, seandainya Capcom mengumumkan Devil May Cry 5 sekalipun,gamer masih akan tetap menunjukkan ketertarikannya.
Lalu apa yang menyebabkan sang developer yang merangkap juga sebagai publisher itu, memutuskan untuk membawa game tersebut ke sebuah arah yang baru? Pasalnya, keputusan ini bukanlah sebuah keputusan mudah dan harus melewati banyak sekali rintangan tak terduga. Lihat saja buktinya, ketika Capcom memutuskan untuk meninggalkan Devil May Cry model lama dan menggantinya dengan Devil May Crybaru, dengan penampilan Dante yang sekilas mirip seperti Edward Cullen, sang drakula dari film Twilight.

Menurut penuturan produser di Capcom, Hideaki Itsuno, salah satu faktor di balik peluncuran ulang Devil May Cry itu bukanlah ketika game tersebut sudah terlihat mulai menunjukkan jalan buntu. Justru sebaliknya, Devil May Cry versi lama itu sendiri masih cukup laris manis (seperti yang kami tuturkan di atas).
"Berbicara mengenai waktu, salah satu bagian terbesar dari motivasi disini bukanlah menunggu sampai game tersebut menemui jalan buntu, tapi justru membuatnya ketika game tersebut masih cukup laris manis. Sebelumnya kami telah membesut Devil May Cry 1-4 dan setiap gamenya pun terus menjadi lebih baik lagi, tapi daripada menunggu sampai semuanya mulai memburuk dan barulah kita mulai memikirkan untuk membuat ulang game tersebut, kami pikir ini merupakan sebuah tantangan yang menarik untuk mencoba membuat sesuatu yang baru ketika performa game itu sendiri masih cukup bagus."

Itsuno juga mengakui bahwa proses pembuatan ulang yang artistik ini, bertujuan untuk menarik lebih banyak lagi fans game tersebut dari wilayah Barat. Tentu saja dengan berkata seperti ini, bukan berarti fans berat game Dante model lama tidak bisa kembali lagi. Menurut Itsuno secara pribadi, bagian dari dunia Devil May Cry versi lama masih belum berakhir.
"Kami melihat semuanya ini mulai bercabang ke sebuah jalan baru sebagai bentuk ekspansi dalam dunia Devil May Cry, bukan pengganti. Hanya masa depan yang bisa memberitahu kami, ke arah manakah game tersebut akan mengarah, tapi itu bukan berarti game lamanya sudah berakhir ataupun kami tidak akan pernah membesutnya lagi. Kami jelas sangat antusias untuk melakukan hal baru dengan seri yang baru ini." Nah, menurut Klikers, apakah langkah Capcom ini sudah tepat? Ataukah justru sebenarnya Capcom sendiri malah mengambil sebuah resiko yang tidak perlu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar