Rabu, 11 Juli 2012

Eyedentity Games Rilis Keputusan Resmi Persidangan Kasus Dragon Nest dengan Blueside


Eyedentity Games Rilis Keputusan Resmi Persidangan Kasus Dragon Nest dengan Blueside
Berita kasus tuduhan dan sengketa antara Eyedentity Games dan Blueside yang mencuat sejak pekan lalu menghiasi berbagai headline media game. Untuk mengakhiri opini yang simpang-siur dan polemik berlarut, Eyedentity Games lantas merilis keterangan tentang hasil resmi persidangan di Korsel. Dalam keputusan final tersebut Jaksa Penuntut tidak menemukan bukti memberatkan atas laporan dari Blueside tentang kecurigaan kebocoran teknologi yang digunakan game Dragon Nest. Jun Dong-Hae, perwakilan dari EYEDENTITY GAMES secara tegas membantah adanya campur tangan pihaknya pada kebocoran "rahasia perusahaan diBlueside.
Kasus ini berawal pada tahun lalu ketika seseorang yang identitasnya dirahasiakan mengajukan surat pengaduan ke pihak Kepolisian Gyunggi untuk melakukan penyidikan atas dugaan bahwa 2 developer dari Blueside membocorkan teknologi yang digunakan dalam pembuatan ‘Dragon Nest’. Setelah itu, mulai November 2011, pihak kepolisian memeriksa 2 orang saksi bersama dengan pihak yang bersangkutan lainnya. Pemeriksaan dilanjutkan hingga akhir Mei 2012 di pengadilan Suwon, cabang kantor SeongNam.

Pada persidangan tertanggal 4 Juli 2012 lalu, Pihak Jaksa yang menerima kasus ini memutuskan gugatan atas 2 Developer yang diajukan berdasarkan ‘Hukum Pengaturan Kompetisi dan Perlindungan Rahasia Operasi Perusahaan’ maupun ‘Pelanggaran Ketentuan Pidana’ dinyatakan tidak bersalah atau bersih dari tuduhan.
Namun, salah satu developer yang bersangkutan terkena hukuman berupa denda ‘Biaya Informal’ atas kesalahan pada tahun 2006 karena memegang data videogame yang bersangkutan dengan pengembangan game perusahaan secara ilegal.

Hukuman denda dijatuhkan kepada Developer Kim karena menyimpan data dari bagian game yang sedang dikembangkan oleh perusahaan. Hal ini cukup disayangkan meski dapat dimaklumi sebagai "kecerobohan" lantaran workload yang tinggi membuatnya banyak lembur, dan bahkan saat hari libur pun bekerja di rumah menggunakan PC milik sendiri. Kebocoran data game tersebut diduga murni karena  kelalaian Kim tidak menghapus file-file penting tahap pengembangan, dan ia tidak memiliki motif lain dalam penyimpanan data.

Pihak Eyedentity Games menyatakan cukup terpukul sekaligus tidak enak hati kepada semua orang, baik perusahaan yang sedang berusaha keras di bidang pengembangan game, maupun para pengguna yang setiap dan mencintai game ‘Dragon Nest’.

Dengan hasil investigasi ini terungkap bahwa tuduhan akan pelanggaran ‘Dragon Nest’ terhadap operasi rahasia perusahaan milik ‘Blueside’ adalah salah atau tidaklah benar. Oleh karena itu, layanan ‘Dragon Nest’ akan terus berjalan tanpa masalah seperti yang sudah dijalani sampai sekarang.
"Dengan kenyataan terungkap dan ketidakbenaran akan kecurigaan ini, begitu juga selesainya investigasi, saya harap tidak ada kesalahpahaman yang tidak diperlukan. Jun Dong-Hae pun memastikan bahwa mulai sekarang dan seterusnya layanan ‘Dragon Nest’ akan berjalan tanpa masalah secara normal," demikian pernyataan Jun Dong-Hae. Siaran pers ini tentu menjadi berita melegakan untuk memastikan kontinuitas layanan (service) Dragon Nest di negara lain, seperti di Indonesia yang dipegang oleh Gemscool.

"Dengan ini, Perusahaan kami (Eyedentity Games) bersama dengan para Developer, berkomitmen menjadi bagian dan bertanggung jawab demi kepentingan bersama antara sesama perusahaan game. Saya ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada semua yang sudah percaya kepada perusahaan kami. Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar