Selasa, 10 Juli 2012

Alasan Tales of Graces f Telat Masuk Eropa


Alasan Tales of Graces f Telat Masuk Eropa
Tales of Graces f baru akan menyambangi wilayah Eropa pada tanggal 31 Agustus 2012. Berbeda hampir dua tahun dibandingkan dengan versi Jepang yang pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 2010. Menanggapi hal ini, petinggi serial TalesHideo Baba, menjelaskan kenapa game-game Tales selalu telat singgah di Eropa dan bagaimana ia ingin merubah semuanya itu.
"Saya ingin meluncurkan game-game Tales di masa mendatang pada waktu yang bersamaan, atau paling tidak berdekatan dengan ketika game tersebut diluncurkan di Jepang," jelasnya dalam sebuah wawancara terbarunya. "Ketika Graces f mulai dikembangkan, kami sama sekali tidak berencana untuk melakukan lokalisasi," jelas Baba. "Kami harus mendapatkan permintaan dari cabang Amerika ataupun Eropa terlebih dahulu sebelum mulai memutuskan untuk membawa sesuatu ke pasaran di Barat."

Kemudian, dikatakan juga kalau sebenarnya membuat jadwal lokalisasi untuk game-game yang sudah ada, sebenarnya cukup sulit. Ketika pengerjaan untuk satu game Tales sudah rampung, Baba sendiri sudah mulau mengerjakan proyek yang baru. "Tim Jepang kami harus terus menciptakan sebuah game baru. Ketika kita sudah merampungkan Tales of Graces f, kami sudah mulai mengerjakan Tales terbaru, Tales of Xillia. Jadi kami memang selalu sibuk. Lagipula, ada juga masalah lain dalam dunia RPG, seperti yang sudah kalian ketahui, tentang betapa banyaknya tulisan yang harus dilokalisasi."
Baba benar-benar berharap, bahwa di masa mendatang, Namco bisa langsung memutuskan apakah mereka mau supaya gamenya dilokalisasi sejak proyek tersebut dimulai. "Kalau kami tahu bahwa kami akan melokalisasi gamenya dari awal, maka itu akan lebih menghemat banyak waktu. Itu berarti bahwa penerjemahan bisa segera dimulai setelah cerita Jepangnya ditulis."

Dalam kesempatan ini, Baba juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para fans yang sebelumnya telah berkampanye untuk lokalisasi di Eropa dan Amerika. "Suara dari para fans sangatlah penting," tutur Baba menjelaskan. "Pengguna akhir dari game adalah para fans dan cabang setempat akan mendengarkan suara mereka melalui Twitter ataupun Facebook dan membawa semuanya itu untuk membantu mengambil keputusan."
Tapi, biarpun ia telah berjanji akan lebih memperhatikan gamer yang ada di wilayah Barat, Baba telah menegaskan bahwa game ini akan tetap menggunakan konsep JRPG. Ia sama sekali tidak tertarik untuk mengembangkan game-game RPG seperti Skyrim. "JRPG adalah genre terbaik bagi tim ini," simpul Baba, "jadi kami tidak akan menciptakan sebuah game open-world seperti Skyrim. Ketika Skyrim atau game RPG dari Barat datang ke Jepang, game tersebut tidak dirubah demi Jepang. Jadi, kamipun tidak akan merubah game kami di luar Jepang."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar