Jumat, 04 Mei 2012

Activision: Kualitas Grafis Black Ops 2 Lebihi Pendahulunya


Activision: Kualitas Grafis Black Ops 2 Lebihi Pendahulunya
Call of Duty: Black Ops 2 sudah diumumkan dan menurut pengakuan Activision, gamer akan mendapatkan suguhan berupa tampilan grafis yang jauh lebih menakjubkan lagi dibandingkan sebelumnya. Menurut director of online Treyarch, Dan Bunting, upgrade pada segi grafis merupakan campuran beberapa teknologi sekaligus.
Dalam sebuah demo yang diperlihatkan di Xbox360, ditunjukkan sebuah level yang menggunakan setting Socotra Island di Yemen, memperlihatkan pencahayaan HDR, pencahayaan pantulan, bayangan serta teknik tekstur baru yang disebut reveal mapping.

Menurut Bunting, di level LA masa depan dengan nama Aftermath, penyempurnaan gambar sudah jauh lebih praktis. Disini, tempat-tempat unik seperti toko kopi dan lobi hotel sudah disertakan, sehingga gamer bisa dengan mudah memberitahukan lokasi tempat mereka berada kepada rekan setimnya.
Black Ops 2, seperti halnya pada game-game sebelumnya, merupakan sebuah franchise first-person shooteryang bisa dijalankan dengan kecepatan 60 fps. Menurut Bunting, Treyarch tidak mau mengorbankanframerate hanya demi mendapatkan detil yang lebih bagus. Tapi versi PC dipercaya akan tetap menggunakan keunggulan yang diberikan oleh DirectX 11, walau masih belum diketahui bagaimana caranya. Treyarch bahkan menggunakan teknologi mocap (motion capture) untuk kuda yang akan digunakan dalam game ini.

Black Ops 2 baru saja diperkenalkan beberapa waktu lalu dan game ini akan menggunakan setting Perang Dingin di tahun 80-an, serta Perang Dingin fiktif yang bersettingkan tahun 2025. Melihat tahunnya, pasti nantinya akan banyak sekali teknologi-teknologi canggih yang disediakan disini seperti walking tanks danquadrotors (pesawat dengan empat motor seperti yang ada di screenshot berikut ini). Sedangkan dari segi penjahatnya, kali ini kita akan berhadapan dengan Raul Menendez, yang akan muncul di dua era Perang Dingin dalam game tersebut. David Mason, akan menjadi protagonis utama di game ini (sang ayah, sebelumnya sudah pernah beraksi di Black Ops pertama) dan akan berperan menjadi seorang prajurit di era Perang Dingin tahun 2025.
Fitur baru yang diperkenalkan di game ini adalah jalan cerita yang bercabang serta pilihah-pilihan yang bisa diambil selama permainan. Di satu level, yang menugaskan kamu untuk mengawal presiden melewati kota Los Angeles yang sudah hancur lebur di tahun 2025, misi ini akan dimulai dengan pertanyaan pada gamer, apakahgamer ingin mengincar musuh menggunakan sniper atau lebih memilih untuk menggunakan cara lain yang lebih "halus" (disebut rappel), sebuah pilihan yang akan menentukan jalan kamu melewati semua kekacauan tersebut.

Sang director, Dave Anthony, mengatakan bahwa sistem ini sangat mirip dengan buku Choose Your Own Adventure yang jalan ceritanya ditentukan sendiri oleh gamer. Bahkan ketika kalian gagal dalam sebuah misi pun, itu juga akan mempengaruhi jalan ceritanya. Akan ada karakter yang mati ataupun hidup sebagai imbas dari keputusan yang kamu ambil itu.
Kemudian jangan lupakan juga elemen RTS (Real Time Strategy) ringan yang akan kalian temui disini. Melalui mekanisme Strike Force Operations, misi ini mengharuskan kamu untuk memainkan permainan tersebut dengan model permainan RTS. Kamu bisa berganti karakter yang ada di dalam tim kamu ataupun mengendalikan drone atau menggunakan mode Overwatch untuk mengarahkan aksi permainan dari atas. Kapanpun kamu mau, kamu bisa langsung mengendalikan permainan di medan tempur dan mulai menembaki musuh. Tidak lupa juga, salah satu trademark Treyarch, zombie, telah dikonfirmasikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar